Showing posts with label #30HariLagukuBercerita. Show all posts
Showing posts with label #30HariLagukuBercerita. Show all posts

Friday, September 7, 2012

Pagi Hari di Mini Market

Senin pagi ini aku dengan semangat sedang bersiap-siap untuk kembali ke rutinitas biasa setelah kemarin menikmati weekend yang sempurna di rumah orang tua, yang masih tergolong dekat dengan rumah kos-ku.

"Hmm.. pagi yang indah untuk memulai rutinitas..."
Aku pun mengunci pintu kamar kos-ku dan mulai berjalan.

**

Walaupun masih pagi, minimarket tempat aku bekerja tak kalah hectic dengan jalanan Jakarta.
Tangan ini dan mesin kasir harus kerja ekstra cepat dibuatnya demi kepuasan pelanggan. Yah.. inilah resiko menjadi penjaga kasir.

Beberapa saat kemudian, mini market mulai sepi. Aku kebagian tugas membereskan barang-barang yang baru datang untuk diletakkan di rak-nya masing-masing.

"Jika kau mendapatiku tersenyum.. saat tak ada apapun yang terjadi.. Jika kau melihat ku tak mendengarmu.. saat tak ada apapun yang terjadi.."

Sambil mendorong troli kuning berisi tumpukan barang dagangan di koridor berisi rak-rak, aku bersenandung mengikuti alunan lagu dari grup band asal Yogyakarta, The Rain, yang diputar oleh radio di minimarket. Menemaniku dan barang-barang dagangan minimarket yang sedang kurapikan ini.

Tiba-tiba troli-ku ini hampir menabrak kaki seseorang di ujung rak yang datang dari arah berlawanan.
"Ups! Sorry..", kata orang itu.
"Ah ya.. gapapa.."
Cuma itu kata-kata yang keluar dari mulutku ketika melihat wujud orang tersebut dan mendengar suara seksinya. Dia-lah lelaki itu. Lelaki yang tiap hari datang sekitar jam 9an ke minimarket ini, lelaki tampan dan proporsional yang mengenakan setelan kemeja dan celana jins plus sepatu kulitnya, lelaki yang selalu menghampiri lemari pendingin minuman untuk membeli minuman kopi kalengan. Lelaki yang.. ah well.. kuakui aku menyimpan rasa suka padanya. Walaupun kami belum saling mengenal, dan walaupun tak sepenuhnya hatiku mengakui.

Aku pun mendorong troli dari rak makanan ringan menuju lemari pendingin minuman untuk memasukan botol minuman ke dalamnya. Aku heran kemana dia? Biasanya yang dia hampiri cuma lemari pendingin ini. Sekilas aku terlihat serius bekerja, padahal sebenarnya sesekali aku curi pandang ke kaca di pojok ruangan di atas rak paling ujung. Mencari sosok lelaki itu.

Ah.. ketemu. Sedang mencari apa dia di rak bumbu dapur? Apa dia ingin membeli bumbu pesanan ibunya? Atau malah istrinya? Ah mungkin mau masak sendiri? Pertanyaan-pertanyaan aneh muncul di kepalaku, semacam sok tahu.

"Karena aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.. sungguh aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.."

Lagu dari radio masih mengalun. Aku beranikan diri menghampiri dia sambil berpura-pura meletakkan barang dagangan ke dalam rak.

"Cari apa mas?"
"Hmm.. cari saus khusus spaghetti mbak. Ada gak?"
"Sebentar.. coba saya cari dulu" "Ah ini dia. Ini mas?"
"Wah iya. Makasih ya mbak."
"Tumben nyari ini. Biasanya yang dicari minuman kopi kalengan"
"Oh.. iya nih mau coba-coba masak. Kebetulan di rumah ada spaghetti mentah tapi ga ada sausnya."
"Emang bisa masaknya?" Kataku menggoda.
"Haha.. sekedar bikin ini aja sih semua juga bisa mbak. Saya permisi dulu ya." Ucapnya sambil berlalu tanpa mempedulikan aku yang terpana dengan tawanya barusan. Dari arahnya, aku tebak dia akan menuju lemari pendingin minuman. Perlahan kuikuti dia sambil masih mendorong troli dan benar saja tebakanku saat kulihat punggungnya. Aih.. seksi sekali, pikirku.

Setelah membayar di kasir, ia pun keluar dan mulai menjauh dengan motor Ninja-nya. Seiring dengan selesainya lagu yang diputar di radio tadi. Hmm.. lumayan lah bisa ngobrol sedikit. Bisa lihat wajahnya sekaligus mendengar suara seksinya saat berbicara dengan lebih dekat..

**

Beberapa hari tak kelihatan, lelaki itu datang lagi saat aku sedang melayani seorang wanita tua di meja kasir. Tapi hari ini, ah siapa itu? Wanita itu.. berambut panjang, kulitnya kuning langsat, tinggi semampai, dan tentu saja cantik. Belum kelar rasa senang sekaligus sedikit rindu ini karena bertemu lagi dengan lelaki itu, aku kaget dengan hadirnya seorang wanita di belakangnya. Apa? Mereka bergandengan? Ah ya.. damn! Dialah pacarnya. Aku pun segera menyelesaikan belanjaan wanita tua ini.

Kali ini seperti biasa lelaki itu menyambar kopi kalengan. Setelah itu ia menyusul pacarnya ke rak kosmetik. Kulihat mereka saling bercanda dengan mesra. Ah tapi ada sesuatu yang berkilat... di antara jari mereka. Cincin! Sebuah cincin di jari masing-masing.

Hahaha! Aku tertawa dalam hati. Ya, belakangan ini dia tidak kelihatan mungkin karena mereka sedang mempersiapkan pernikahan dan sekarang mereka sudah menjadi suami istri. Dan kenapa lagu itu diputar lagi? Lagu saat aku mengobrol dengannya beberapa minggu lalu diputar lagi oleh radio di minimarket tepat pada saat ini?

"Aku tak mencarinya.. dia yang menemukanku.. aku tak mencarinya dia yang menemukanku.."

Perlahan sedikit demi sedikit rasa kecewa mulai menyelimutiku. Patah hati? Jelas. Tapi siapa aku? Aku berusaha meredam kesalku ini, saat dia dan pacarnya menghampiri kasir. Aku bisa melihat bagaimana mereka saling mencintai. Sedikit iri.

Setelah selesai, mereka pun keluar. Aku mengamatinya dari kejauhan saat mereka mulai menjauh. Sedih. Kecewa. Ya,  walaupun kenal saja belum. Tahu namanya pun tidak. Tapi aku suka dan sekarang aku kecewa. Ah.. tapi siapa aku?

"Karena aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.. sungguh aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.."
"Aku tak mencarinya.. dia yang menemukanku. Aku tak mencarinya dia yang menemukanku.."

Ah ya.. lagu ini.. Ironi.

Inspired by Belum Gila - The Rain

Tuesday, September 4, 2012

Dengar dulu Bisikku

Ada yang datang.. dan ada yang pergi..

Lalu lalang orang-orang di taman ini di sore hari..
Seorang kakek yang sedang duduk terpaku di bangku taman, seorang nenek yang berjalan pelan dibantu entah cucu atau anaknya yang.. hmm.. mungkin berumur sekitar awal 30-an, keluarga muda dengan bayi mungilnya yang terlihat bahagia memadu tawa duduk di pinggir kolam di tengah taman. Indah.
Lalu aku? Haruskah dijelaskan?

Aku sedang duduk di bangku taman berwarna cokelat yang menghadap ke kolam itu. Aku suka lagu yang sekarang sedang kudengarkan dari earphone, Dengar Bisikku, yang dengan indah dialunkan oleh The Rain.

"Kadang aku berpikir.. dapatkah kita terus coba.. mendayung perahu kita.. menyatukan ingin kita.."

Ya, aku suka lagu ini.

Kamu tahu aku sayang kamu? Jelas kamu yang lebih tahu dibanding orang lain.
Kamu percaya aku setia? Tanpa kamu minta pun beribu setia sudah menumpuk di ruang hati untukmu.
Lalu kamu pernah tidak dengar jeritan saat kamu berulang kali mengatakan jenuh? Pernah? Tentu tidak. Cukup aku lah.

Hanya untuk menjadi sabar untuk amarahmu, aku selalu siap sedia. Walaupun energi hati ini harus habis terkuras. Tak apa asal kau bahagia.
Hanya untuk menjadi telinga di setiap cacimu, aku pun duduk diam mendengarkan. Sampai kau reda. Sampai kau puas. Walaupun telinga ini terasa seperti ditusuk dengan ribuan jarum.
Tapi mana pernah kau tahu? Atau tidak mau tahu? Tapi tak apa asal kau bahagia.

Kadang aku pun merasa dengan adanya diriku di hadapanmu saja mungkin kau anggap suatu kesalahan. Sekeras apapun aku berusaha sempurna, akulah kesalahan. Ya memang, aku bukanlah Tuhan, yang Maha Sempurna.
Aku manusia, dimana kesalahan bersarang. Terkadang aku mungkin benar-benar melakukan suatu kesalahan. Tapi satu kesalahan yg kubuat, ribuan maafku pun menyertainya sayang.. Walaupun tak kau maafkan.

"Genggam tanganku jangan bimbang.. tak usahlah lagi dikenang.. naif diri yang pernah datang.. jadikan pelajaran sayang.."

Kamu tahu? Stok sabarku masih sangat banyak. Berulang kali kau katakan jenuh, berkali lipatlah sabarku menggandakan diri seperti amoeba.
Jadi jangan heran bila aku selalu menawarkan genggaman pada tanganmu tiap kau katakan itu.
Tapi jika kau tidak menyambut genggaman itu sama sekali dan selamanya, lalu aku bisa apa?

"..bila gundahmu tak menghilang.. hentikan dulu dayung kita.. bila kau ingin lupakan aku.. ku tak tahu apalah daya.."

Ya, aku suka lagu ini. Inilah kita. Kuharap kita mendengarkannya berdua disini, di taman ini. Memandang orang-orang disini. Melempar batu ke kolam. Tapi apa daya...?

Inspired by Dengar Bisikku - The Rain

Saturday, September 1, 2012

Sudut Pandang

"..Oh you.. You turn my whole life so blue.. drawning me so deep... I just can't reach my self again.."

Aku berjalan..
Aku berjalan, terus berjalan, tanpa peduli kegelapan malam ataupun bunyi jangkrik yang mendengung. Menyusuri jalan setapak yang rimbun. Ranting-ranting pohon yang rendah seperti berlomba menyentuh kepalaku. Semak belukar pun tak mau kalah menggesekan dirinya di betisku. Aku terus berjalan. Tiada takut ataupun jengah.

Gelap ini biasa saja. Gelap yang lebih pekat dari ini pun aku pernah, saat melihat kamu dan dia yg jelita parasnya namun busuk hatinya itu sedang memadu gelora. Yang kuingat saat itu rasanya tiba-tiba seperti buta mendadak. Gelap. Gelap sekali. Tak bisa melihat cinta. Tak bisa membedakan yang mana ketulusan. Tak bisa menentukan arah.
Kamu kekasih yang kutempatkan di masa depan, mana pernah menyangka aku akan melihatmu bermesraan dengan sahabatku sendiri?
Meskipun sempat buta dalam kegelapan, sekarang aku tahu dimana harus menempatkanmu. Di masa lalu.

Aku masih terus berjalan. Bercumbu dengan nyamuk dan suara jangkrik. Tak peduli dan terus menanjak. Karena aku tahu di atas bukit sana aku masih bisa melihat duniaku yang kerlap-kerlip di bawahnya. Hanya soal sudut pandang saja..

"..nothing left but pieces of you.."

Inspired by You - Ten2Five

#30HariLagukuBercerita

Hola bloggie! Maaf beribu maaf udah lama banget ga memberi kamu nafkah batin dengan menulisimu. Sibuk sayang :(
Yaudah kalo ga dimaafin aku mau lanjut nulis aja. #sikap

Udah masuk bulan September lagi nih. Biasa aja sih walopun deg-degan (lah?). Iya biasa aja soalnya yagitu deh masa musti dijelasin. Kalo deg-degannya.. karena... nganu... itu loh... 14 hari lagi mau diospek (._.) #penting

Ah tapi gue gak lagi mau bahas ospeknya kok. Gue lagi mau ngomongin tentang #30HariLagukuBercerita yang diadain sama @PosCinta. Info lengkapnya bisa diliat disini ya guys -> http://30harilagukubercerita.blogspot.com/p/ayo-ikut-ceritakan-lagumu.html?m=1. Tertarik pengen ikutan tapi masih ragu untuk bisa konsisten nulis selama sebulan (  ._.)/|payah|.

Gapapa kali ya dicoba dulu. Semangatin aku dong ( づ ̄³ ̄)づ