Tuesday, September 4, 2012

Dengar dulu Bisikku

Ada yang datang.. dan ada yang pergi..

Lalu lalang orang-orang di taman ini di sore hari..
Seorang kakek yang sedang duduk terpaku di bangku taman, seorang nenek yang berjalan pelan dibantu entah cucu atau anaknya yang.. hmm.. mungkin berumur sekitar awal 30-an, keluarga muda dengan bayi mungilnya yang terlihat bahagia memadu tawa duduk di pinggir kolam di tengah taman. Indah.
Lalu aku? Haruskah dijelaskan?

Aku sedang duduk di bangku taman berwarna cokelat yang menghadap ke kolam itu. Aku suka lagu yang sekarang sedang kudengarkan dari earphone, Dengar Bisikku, yang dengan indah dialunkan oleh The Rain.

"Kadang aku berpikir.. dapatkah kita terus coba.. mendayung perahu kita.. menyatukan ingin kita.."

Ya, aku suka lagu ini.

Kamu tahu aku sayang kamu? Jelas kamu yang lebih tahu dibanding orang lain.
Kamu percaya aku setia? Tanpa kamu minta pun beribu setia sudah menumpuk di ruang hati untukmu.
Lalu kamu pernah tidak dengar jeritan saat kamu berulang kali mengatakan jenuh? Pernah? Tentu tidak. Cukup aku lah.

Hanya untuk menjadi sabar untuk amarahmu, aku selalu siap sedia. Walaupun energi hati ini harus habis terkuras. Tak apa asal kau bahagia.
Hanya untuk menjadi telinga di setiap cacimu, aku pun duduk diam mendengarkan. Sampai kau reda. Sampai kau puas. Walaupun telinga ini terasa seperti ditusuk dengan ribuan jarum.
Tapi mana pernah kau tahu? Atau tidak mau tahu? Tapi tak apa asal kau bahagia.

Kadang aku pun merasa dengan adanya diriku di hadapanmu saja mungkin kau anggap suatu kesalahan. Sekeras apapun aku berusaha sempurna, akulah kesalahan. Ya memang, aku bukanlah Tuhan, yang Maha Sempurna.
Aku manusia, dimana kesalahan bersarang. Terkadang aku mungkin benar-benar melakukan suatu kesalahan. Tapi satu kesalahan yg kubuat, ribuan maafku pun menyertainya sayang.. Walaupun tak kau maafkan.

"Genggam tanganku jangan bimbang.. tak usahlah lagi dikenang.. naif diri yang pernah datang.. jadikan pelajaran sayang.."

Kamu tahu? Stok sabarku masih sangat banyak. Berulang kali kau katakan jenuh, berkali lipatlah sabarku menggandakan diri seperti amoeba.
Jadi jangan heran bila aku selalu menawarkan genggaman pada tanganmu tiap kau katakan itu.
Tapi jika kau tidak menyambut genggaman itu sama sekali dan selamanya, lalu aku bisa apa?

"..bila gundahmu tak menghilang.. hentikan dulu dayung kita.. bila kau ingin lupakan aku.. ku tak tahu apalah daya.."

Ya, aku suka lagu ini. Inilah kita. Kuharap kita mendengarkannya berdua disini, di taman ini. Memandang orang-orang disini. Melempar batu ke kolam. Tapi apa daya...?

Inspired by Dengar Bisikku - The Rain

Sunday, September 2, 2012

#QuoteToday

"Sometimes, an old song can be an inspiration of hundred modern songs."

                                    - Fikriya Umami

Menang Kuis! \o/

Happy sundaaaaay! Hehehe.
Ihiiiiww udah hari Minggu. Kalo kata anak kuliahan mah ini hari terakhir libur lebaran nih. Ciyaaaan. *pukpuk para mahasiswa* *ga inget 2 minggu lagi gue diospek* (._.)
Ah iya 2 minggu lagi ospek. Deg-degan nih, mana jauh banget lagi ospeknya di senayan. Lagian kampusnya di cawang, ospeknya di senayan. Emang niat bener-bener niat tuh kampus. Hmm.. minta doanya yaa biar ospeknya lancar o:)

Btw mau cerita aja sih. Bulan puasa kemaren gue ikutan kuis di twitter dari @myfashionistas dalam rangka hari jadi-nya doi gitu, without any high expectation to win. Eh ternyata ga disangka-sangka gue salah satu pemenangnya. Meskipun hadiahnya gak gede, cuma voucher belanja 50k, but it was a self satisfaction for me :))

Udah dapet vouchernya, but I made an order almost late dan deket banget sama lebaran. Akhirnya gue nungguin paket itu selama 2 minggu lebih. Hmm emang salah gue juga sih ya ngaret banget do order-nya. But finally dateng juga sih paketnya.

Cuma belt, because I love the colour :))


Saturday, September 1, 2012

Sudut Pandang

"..Oh you.. You turn my whole life so blue.. drawning me so deep... I just can't reach my self again.."

Aku berjalan..
Aku berjalan, terus berjalan, tanpa peduli kegelapan malam ataupun bunyi jangkrik yang mendengung. Menyusuri jalan setapak yang rimbun. Ranting-ranting pohon yang rendah seperti berlomba menyentuh kepalaku. Semak belukar pun tak mau kalah menggesekan dirinya di betisku. Aku terus berjalan. Tiada takut ataupun jengah.

Gelap ini biasa saja. Gelap yang lebih pekat dari ini pun aku pernah, saat melihat kamu dan dia yg jelita parasnya namun busuk hatinya itu sedang memadu gelora. Yang kuingat saat itu rasanya tiba-tiba seperti buta mendadak. Gelap. Gelap sekali. Tak bisa melihat cinta. Tak bisa membedakan yang mana ketulusan. Tak bisa menentukan arah.
Kamu kekasih yang kutempatkan di masa depan, mana pernah menyangka aku akan melihatmu bermesraan dengan sahabatku sendiri?
Meskipun sempat buta dalam kegelapan, sekarang aku tahu dimana harus menempatkanmu. Di masa lalu.

Aku masih terus berjalan. Bercumbu dengan nyamuk dan suara jangkrik. Tak peduli dan terus menanjak. Karena aku tahu di atas bukit sana aku masih bisa melihat duniaku yang kerlap-kerlip di bawahnya. Hanya soal sudut pandang saja..

"..nothing left but pieces of you.."

Inspired by You - Ten2Five

#30HariLagukuBercerita

Hola bloggie! Maaf beribu maaf udah lama banget ga memberi kamu nafkah batin dengan menulisimu. Sibuk sayang :(
Yaudah kalo ga dimaafin aku mau lanjut nulis aja. #sikap

Udah masuk bulan September lagi nih. Biasa aja sih walopun deg-degan (lah?). Iya biasa aja soalnya yagitu deh masa musti dijelasin. Kalo deg-degannya.. karena... nganu... itu loh... 14 hari lagi mau diospek (._.) #penting

Ah tapi gue gak lagi mau bahas ospeknya kok. Gue lagi mau ngomongin tentang #30HariLagukuBercerita yang diadain sama @PosCinta. Info lengkapnya bisa diliat disini ya guys -> http://30harilagukubercerita.blogspot.com/p/ayo-ikut-ceritakan-lagumu.html?m=1. Tertarik pengen ikutan tapi masih ragu untuk bisa konsisten nulis selama sebulan (  ._.)/|payah|.

Gapapa kali ya dicoba dulu. Semangatin aku dong ( づ ̄³ ̄)づ