Sunday, February 10, 2013

Kopi Kita. Kita Menua.

Tak ada yang lebih manis dari aroma kopi yang tertinggal di setiap tutur katamu saat kau merengkuh tubuhku.

Tak ada yang lebih manis dari tawamu yang terbayang dari permukaan kopi hangatmu di meja tempat kita terakhir bertemu.

Tak ada yang lebih manis dari bibirmu yang basah oleh sesapan kopimu yg terakhir saat kau merasa nyaman berbicara masa depan denganku.

Aku hanyalah kata. Kita menjadi kalimat.
Aku hanyalah separuh. Kita menjadi utuh.
Aku hanyalah cinta. Kita menjadi cerita.

Kitalah cerita di antara bumbungan uap kopi hangat di meja bundar, saat gigi telah tanggal, saat keriput merajai kulit. Tapi kita tetap tertawa... :)

Jakarta, 10 Februari 2013. 1:10 Pagi.

Hanya Penggalan Bait

Mungkin kumpulan kisah kita adalah buku yang ditakdirkan Tuhan untuk tak pernah habis dibaca umat manusia.

Kita adalah buku yang Tuhan ciptakan untuk bahan bacaan anak-cucu kita nanti :')

Lembaran halaman yang kita beri goresan aksara dengan pena peristiwa kita semoga menjadi buku yang menginspirasi mereka.

Hey, aku masih mencintai segalamu dari baris awal sajak pertamaku, hingga akhir baris sajak yang sedang kubuat ini untukmu.

Aku bisa bernyanyi. Tapi, aku lebih suka menuliskan bait demi bait puisi di balik kertas papermu, sebagai pengulas senyummu. :)

Yang cinta kan kita. Orang lain bisa apa? :)

Jakarta, 10 Februari 2013. 1:01 Pagi.

Saturday, February 9, 2013

Tegarnya Lara

Semoga ia selalu merengkuhmu.
Walau tak sehangat genggamanku.
Semoga senyummu tak lagi hilang.
Walaupun sesekali air matamu jatuh.

Meski kita telah usai.
Meski rasa belum berakhir.
Meski hati kian remuk.
Meski hati tetap patah.
Baik-baiklah disana..

Jangan lagi lengkapi laramu.
Cukuplah kesedihan itu.
Jangan lagi tertarik oleh kenangan.
Cukuplah air mata itu.
Jangan lagi tatap mataku.
Cukuplah cinta itu.

Karena kau harus..
Baik-baik disana..
Baik-baik dengannya..
Baik-baik cintaku..

Aku mencintaimu..

Jakarta, 9 Februari 2013. 10:05 pagi.

Friday, September 7, 2012

Pagi Hari di Mini Market

Senin pagi ini aku dengan semangat sedang bersiap-siap untuk kembali ke rutinitas biasa setelah kemarin menikmati weekend yang sempurna di rumah orang tua, yang masih tergolong dekat dengan rumah kos-ku.

"Hmm.. pagi yang indah untuk memulai rutinitas..."
Aku pun mengunci pintu kamar kos-ku dan mulai berjalan.

**

Walaupun masih pagi, minimarket tempat aku bekerja tak kalah hectic dengan jalanan Jakarta.
Tangan ini dan mesin kasir harus kerja ekstra cepat dibuatnya demi kepuasan pelanggan. Yah.. inilah resiko menjadi penjaga kasir.

Beberapa saat kemudian, mini market mulai sepi. Aku kebagian tugas membereskan barang-barang yang baru datang untuk diletakkan di rak-nya masing-masing.

"Jika kau mendapatiku tersenyum.. saat tak ada apapun yang terjadi.. Jika kau melihat ku tak mendengarmu.. saat tak ada apapun yang terjadi.."

Sambil mendorong troli kuning berisi tumpukan barang dagangan di koridor berisi rak-rak, aku bersenandung mengikuti alunan lagu dari grup band asal Yogyakarta, The Rain, yang diputar oleh radio di minimarket. Menemaniku dan barang-barang dagangan minimarket yang sedang kurapikan ini.

Tiba-tiba troli-ku ini hampir menabrak kaki seseorang di ujung rak yang datang dari arah berlawanan.
"Ups! Sorry..", kata orang itu.
"Ah ya.. gapapa.."
Cuma itu kata-kata yang keluar dari mulutku ketika melihat wujud orang tersebut dan mendengar suara seksinya. Dia-lah lelaki itu. Lelaki yang tiap hari datang sekitar jam 9an ke minimarket ini, lelaki tampan dan proporsional yang mengenakan setelan kemeja dan celana jins plus sepatu kulitnya, lelaki yang selalu menghampiri lemari pendingin minuman untuk membeli minuman kopi kalengan. Lelaki yang.. ah well.. kuakui aku menyimpan rasa suka padanya. Walaupun kami belum saling mengenal, dan walaupun tak sepenuhnya hatiku mengakui.

Aku pun mendorong troli dari rak makanan ringan menuju lemari pendingin minuman untuk memasukan botol minuman ke dalamnya. Aku heran kemana dia? Biasanya yang dia hampiri cuma lemari pendingin ini. Sekilas aku terlihat serius bekerja, padahal sebenarnya sesekali aku curi pandang ke kaca di pojok ruangan di atas rak paling ujung. Mencari sosok lelaki itu.

Ah.. ketemu. Sedang mencari apa dia di rak bumbu dapur? Apa dia ingin membeli bumbu pesanan ibunya? Atau malah istrinya? Ah mungkin mau masak sendiri? Pertanyaan-pertanyaan aneh muncul di kepalaku, semacam sok tahu.

"Karena aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.. sungguh aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.."

Lagu dari radio masih mengalun. Aku beranikan diri menghampiri dia sambil berpura-pura meletakkan barang dagangan ke dalam rak.

"Cari apa mas?"
"Hmm.. cari saus khusus spaghetti mbak. Ada gak?"
"Sebentar.. coba saya cari dulu" "Ah ini dia. Ini mas?"
"Wah iya. Makasih ya mbak."
"Tumben nyari ini. Biasanya yang dicari minuman kopi kalengan"
"Oh.. iya nih mau coba-coba masak. Kebetulan di rumah ada spaghetti mentah tapi ga ada sausnya."
"Emang bisa masaknya?" Kataku menggoda.
"Haha.. sekedar bikin ini aja sih semua juga bisa mbak. Saya permisi dulu ya." Ucapnya sambil berlalu tanpa mempedulikan aku yang terpana dengan tawanya barusan. Dari arahnya, aku tebak dia akan menuju lemari pendingin minuman. Perlahan kuikuti dia sambil masih mendorong troli dan benar saja tebakanku saat kulihat punggungnya. Aih.. seksi sekali, pikirku.

Setelah membayar di kasir, ia pun keluar dan mulai menjauh dengan motor Ninja-nya. Seiring dengan selesainya lagu yang diputar di radio tadi. Hmm.. lumayan lah bisa ngobrol sedikit. Bisa lihat wajahnya sekaligus mendengar suara seksinya saat berbicara dengan lebih dekat..

**

Beberapa hari tak kelihatan, lelaki itu datang lagi saat aku sedang melayani seorang wanita tua di meja kasir. Tapi hari ini, ah siapa itu? Wanita itu.. berambut panjang, kulitnya kuning langsat, tinggi semampai, dan tentu saja cantik. Belum kelar rasa senang sekaligus sedikit rindu ini karena bertemu lagi dengan lelaki itu, aku kaget dengan hadirnya seorang wanita di belakangnya. Apa? Mereka bergandengan? Ah ya.. damn! Dialah pacarnya. Aku pun segera menyelesaikan belanjaan wanita tua ini.

Kali ini seperti biasa lelaki itu menyambar kopi kalengan. Setelah itu ia menyusul pacarnya ke rak kosmetik. Kulihat mereka saling bercanda dengan mesra. Ah tapi ada sesuatu yang berkilat... di antara jari mereka. Cincin! Sebuah cincin di jari masing-masing.

Hahaha! Aku tertawa dalam hati. Ya, belakangan ini dia tidak kelihatan mungkin karena mereka sedang mempersiapkan pernikahan dan sekarang mereka sudah menjadi suami istri. Dan kenapa lagu itu diputar lagi? Lagu saat aku mengobrol dengannya beberapa minggu lalu diputar lagi oleh radio di minimarket tepat pada saat ini?

"Aku tak mencarinya.. dia yang menemukanku.. aku tak mencarinya dia yang menemukanku.."

Perlahan sedikit demi sedikit rasa kecewa mulai menyelimutiku. Patah hati? Jelas. Tapi siapa aku? Aku berusaha meredam kesalku ini, saat dia dan pacarnya menghampiri kasir. Aku bisa melihat bagaimana mereka saling mencintai. Sedikit iri.

Setelah selesai, mereka pun keluar. Aku mengamatinya dari kejauhan saat mereka mulai menjauh. Sedih. Kecewa. Ya,  walaupun kenal saja belum. Tahu namanya pun tidak. Tapi aku suka dan sekarang aku kecewa. Ah.. tapi siapa aku?

"Karena aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.. sungguh aku belum gila.. aku hanya jatuh cinta.."
"Aku tak mencarinya.. dia yang menemukanku. Aku tak mencarinya dia yang menemukanku.."

Ah ya.. lagu ini.. Ironi.

Inspired by Belum Gila - The Rain

Thursday, September 6, 2012

Perjuangan Jadi Pemenang Kuis

Gue percaya keberuntungan itu dateng kalo kita sendiri yang berusaha untuk bela-belain jemput. Btw bukan pak untung ya.. Itu sih guru gue jaman SMA. #penting #ganyambung #iyamaap
Dan itu sudah gue buktikan, walaupun bukti itu sejauh ini masih sedikit.

Kita ambil contoh tergamblang aja, menang kuis. Beberapa waktu lalu gue banyak ngikutin kuis. Dari produk susu, kaos, sepatu, musik, sampe pulsa aja gue jabanin. Ada juga kompetisi lomba menulis. Fyi, semuanya gue lakuin via online ya. I think, internet is more useful when it makes money or some free stuff without any hard efforts. (  ._.)/|gamau capek|
Tapi ya tetep selektif juga lah milih kuisnya. Pilih yang hadiahnya kece. Kalo hadiahnya payung jemuran sih ya ga gue bela-belain ngikut juga (..,)

Gue bela-belain nebelin muka sampe kalah kali tuh dempulannya syahrini, ngetweet nyampahin timeline cuma demi menangin kuis. Sampe disebut banci kuis sama temen juga gue rela. Asal jangan dipanggil banci beneran aja. Semua yang gretong butuh usaha men! Hahaha.

Awalnya sama sekali ga pernah ada yang tembus biarpun gue udah jawab ampe puluhan kali juga. Tapi suatu saat gue ngikutin kuis dari majalah Cosmo Girl! @CosmoGirl_Ind featuring fashion blogger @dianarikasari dengan hadiah sepatu dari UP! (Diana's shoe brand). Beuh! Diiming-imingin wedges keren begitu langsung semangat gue mencet-mencetin Android dan nelorin jawaban-jawaban kreatif demi menang kuis. Tapi sayang disayang.. kali ini cuma nyampe grand final tapi ga menang (  ._.)/|sabar ya pik|

Kecewa emang, tapi tetep coba lagi kuis yang lain. Tapi dengan hampir menangnya ini udah jadi pertanda bagi gue bahwa bentar lagi kuis-kuis yang lain insha Allah gue tembus. Sampai akhirnya gue ikut kuis dari @MyFashionistas dan tembus! Walaupun hadiahnya cuma voucher belanja 50k sih. Cerita yang ini udah gue posting disini ya. Biarpun gift-nya sedikit tapi ada kepuasan tersendiri aja rasanya (..,)

Lalu ada lagi kuis-kuis yang lain yang kasusnya sama kayak yang pertama tadi, cuma jadi kandidat pemenang aja. Huft banget kan rasanya. #huft

Dan yang terakhir tanggal 4 September kemarin. Fyi, gue ikutan Tweet for Gold #MagnumGold dari @MyMagnumId. Tapi ini murni iseng. Asli. Ga ada niatan atau kepikiran untuk menang.
Ketika tiba-tiba pada tanggal 5 September 2012, gue ngecek hape dan ada 1 mention dan 1 DM dari twitter. Asli nyesek. Gue dapet mention&DM dari @MyMagnumId bahwa gue menang dan berhak nerima gift dari Magnum, but batas konfirmasi hadiah cuma sampe jam 12 dan gue liat itu mention pas udah lewat JAM DUA! WHAT? JAM DUA?!!!! ERRRRRRGGGHHH~

Nyesek maaaak! Magnum Gold gretongan! Lumayan maaak! Satu magnum aje udah bise mak beli nasi seporsi di warteg :s #FikaAnakWarteg
Nyesel banget deh asli. Walaupun cuma es krim, what I told you that to be a winner of some quiz, it is a special satisfaction that I couldn't tell :((((

Yaudah deh, I was disqualified. Lalu aku bisa apa? #persoalan
Coba lagi aja deh. Toh kuisnya sampe tanggal 13 apa 15 September gitu. Lupa juga gue. Yang penting refresh otak terus biar bisa nelorin (?) ide-ide kreatif untuk jawaban kuis Magnum ini dan kuis-kuis lainnya.

But I have something special to tell. Di saat gue lagi galau ga jadi dapet Magnum gretongan, temen twitter gue si @tikarlina dengan indahnya menghibur gue. Apa coba? Doi langsung ikutan kuis Magnum ini dan dengan mention nama gue sbg temen yang mau dia kirimin #MagnumGold. Hahaha you such a pretty kind and cool friend, tik! Thank youu~ Walaupun belom tentu menang tapi udah cukup bikin galau ini lari terbirit-birit kok (--,)

Nah! What's the lesson? Liat? Kalo satu keberuntungan udah dateng, niscaya keberuntungan lain bakal dateng silih berganti. Asal kitanya aja yang jangan cape-cape untuk jemput :)

Udah segitu aja dulu. Kalo kebanyakan nanti ga abis. Ntar dikasih kucing lagi. #yakali
Bukan bermaksud sok menggurui atau mengajar, karna yang berhak mengajar ya cuma pak ajar. #apeu

Selamat menjemput keberuntunganmu! Especially para banci-banci kuis! ~~~(/´▽`)/

P.S. : Untuk info seputar kuis-kuis kece bisa follow @BanciKuis dan @InfoKuis. Tapi jangan lupa ya pajak hadiahnya kasih gue! (ง`v´)ง Hahaha.